Wednesday, January 11, 2012

Mengelola Bisnis Sampingan dengan baik dan sukses

ODAP (Online-based DataAssigment Program)

ODAP adalah sejenis bisnis online yang tugasnya adalah mensubmit data/mengentry data pengunjung hanya dengan berpromosi URL/link yang tersedia di member area. Bisnis Online ODAP ini berpotensi untuk menghasilkan profit hingga jutaan per bulannya. Bisa anda lihat langsung dengan mengklik DISINI ( setelah itu isi  nama dan email Anda dengan benar)

Bahkan atas keseriusan management ODAP, mereka juga memberi gaji tetap sebesar Rp2.000.000,- per bulan atas jasa kita. Bahkan dari sejak pertama kali keanggotaan di aktifkan Anda Langsung akan di beri Rp200.000,-. Silahkan anda mencari dan menentukan  berapa penghasilan yang anda inginkan.
Bisnis yang sudah lama berdiri ini masih tetap berkembang dan berkomitmen untuk jujur dalam memberikan penghasilan anda tepat pada waktunya, tanpa di tunda-tunda dan anda lihat uang akan segera masuk ke rekening anda sebesar penghasilan yang anda peroleh dari program yang begitu mudah ini. Tak ada potongan apapun dalam bentuk apapun. Silahkan anda pakai dan belanjakan uang anda sesuka hati, entahkah untuk membiayai kebutuhan keluarga anda, biaya kuliah, sekolah, atau untuk modal anda membuka usaha. Itu semua dapat anda capai di sini.

Tugas kita adalah menyebarkan link yang ada di member area ,setiap orang yang mengisi nama dan email dengan valid dan sesuai ketentuan,kita akan mendapatkan Rp 10.000 / per isi.
Selanjutnya tugas kita login ,dan mengisi data email yang valid di website kita.

Mudah pakai banget kan.??!!!

Hitung kalau setiap hari anda mendapatkan 100 email x 10 rb = 1.000.000 x 30 hari = 30juta.
Bisnis ini bisa di jalankan oleh siapa saja dan di mana saja memakai laptop/komputer, hp, BB, dll terserah anda asal mempunyai koneksi internet. Itu sudah cukup.


Dan Anda harus  benar-benar berkomitmen untuk sukses di program ini, program kerja waktu paruh yang dapat di kerjakan 1-2 jam/hari tanpa mengganggu aktivitas anda yang lain, tanpa perlu membuat website, tanpa perlu kerja keras banting tulang, yang perlu di kerjakan adalah mempromosikan link anda yang tercantum di member area anda bila anda sudah bergabung dengan syarat dan ketentuan yang ada. Program ODAP ini aman, terpercaya dan mampu menghasilkan profit yang besar untuk anda.

Siapa pun anda, apapun latar belakang anda asal mempunyai kemauan untuk sukses, anda pasti juga bisa. Yah,, BISA…dengan program yang mudah, aman dan transparan ini. Mungkin ini adalah kesempatan anda untuk mengubah finansial/keuangan anda.

Untuk keseriusan anda yang ingin melihat lebih lanjut Bisnis Termudah dan Menjanjikan ini klik di sini kemudian silahkan isi nama dan alamat e-mail anda dengan benar/valid.

Silahkan daftar DISINI 
Untuk melihat video panduan bisnis klik disini

Tuesday, January 10, 2012

Rekrutmen dan Seleksi Sumber Daya Manusia

Rekrutmen dan Seleksi Sumber Daya Manusia
Diantara beberapa unsur dari pengelolaan sumber daya manusia yang sangat terkait dengan keberadaan organisasi atau perusahaan adalah unsur rekrutmen dan seleksi SDM. Untuk lebih memperjelas mengenai beberapa konsep tentang rekrutmen dan seleksi, berikut ini akan dipaparkan mengenai kedua hal tersebut.

1. Rekrutmen
Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Sebagai akibatnya rekrutmen tidak hanya menarik simpati atau minat seseorang untuk bekerja pada perusahaan tersebut, melainkan juga memperbesar kemungkinan untuk mempertahankan mereka setelah bekerja. Jadi intinya rekrutmen merupakan usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam mengisi jabatan-jabatan terntu yang masih kosong. Selain itu rekrutmen merupakan usaha-usaha mengatur komposisi sumber daya manusia secara seimbang sesuai dengan tuntutan melalui penyeleksian yang dilakukan. Melalui rekrutmen organisasi dapat melakukan komunikasi dengan pihak-pihak tertentu untuk memperoleh sumber daya manusia yang potensial, sehingga akan banyak pencari kerja dapat mengenal dan mengetahui organisasi yang pada akhirnya akan memutuskan kepastian atau tidaknya dalam bekerja. Dengan rekrutmen diharapkan pencari kerja yang berkualitas tinggi akan mengetahui adanya kesempatan kerja. Selain itu perlu juga diusahakan adanya kesan dan image yang positif mengenai organisasi dengan memberikan informasi yang cukup mengenai pekerjaan sehingga pebcari kerja dapat mempertimbangkan minat dan kualifikasinya. Menurut Umi Sukamti (1989), dalam proses rekrutmen terdiri dari dua fase, yaitu: (a) untuk memonitor perubahan lingkungan dan organisasi yang menimbulkan kebutuhan sumber daya manusia baru, dan menetapkan pekerjaan-pekerjaan yang harus diisi dan
tipe-tipe pelamar yang diperlukan; (b) untuk menyebarluaskan kepada pelamar yang potensial bahwa ada lowongan pekerjaan, sehingga menarik pelamar yang bersangkutan dan menyisihkan
pelamar yang kurang memenuhi kualifikasi yang diperlukan, Lebih lanjut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) menjelaskan bahwa kegiatan kunci yang merupakan bagian dari rekrutmen adalah (1) menentukan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan dalam hal jenis pekerjaan (job title) dan levelnya dalam perusahaan; (2) terus berupaya mendapatkan informasi mengenai perkembangan kondisi pasar tenaga kerja; (3) menyusun bahan-bahan rekrutmen yang efektif; (4) menyusun program rekrutmen yang sistematis dan terpadu yang berhubungan dengan kegiatan sumber daya manusia lain dan dengan kerja sama antara manajer lini dan karyawan; (5) mendapatkan pool calon karyawan yang berbobot atau memenuhi syarat; (6) mencatat kualitas dan jumlah pelamar dari berbagai sumber dan masing-masing metode rekrutmennya; dan (7) melakukan tindak lanjut terhadap para calon karyawan baik yang diterima maupun yang ditolak, guna mengevaluasi efektif tidaknya rekrutmen yang dilakukan. Dan yang paling penting semua kegiatan ini harus dilakukan sesuai konteks hukum yang berlaku. Adapun hasil kegiatan rekrutmen adalah identifikasi suatu pool yang berisikan para calon karyawan yang memenuhi syarat yang kemungkinan besar akan terpilih dan ditempatkan. Meskipun demikian, ternyata dalam kenyataannya rekrutmen belum
tentu berhasil dengan baik, hal ini sangat terkait dengan berbagai kendala yang dihadapi. Menurut Sondang P. Siagaan (1999) berbagai kendala yang dihadapi menurut berbagai penelitian dan pengalaman banyak orang dalam hal rekrutmen menunjukkan bahwa kendala yang biasa dihadapi itu dapat mengambil tiga bentuk, yaitu kendala yang bersumber dari organisasi yang bersangkutan sendiri, kebiasaan pencari tenaga kerja sendiri dan faktor – faktor eksternal yang bersumber dari lingkungan di mana organisasi bergerak. Lebih jelasnya, ketiga faktor tersebut dapat digambarkan pada tabel di bawah ini:



Faktor
Organisasional
Kebiasaan Pencari
Tenaga Kerja
Kondisi Eksternal
(Lingkungan)
1.    Kebijaksanaan Promosi dari dalam.
2.    Kebijaksanaan tentang imbalan
3.    Kepentingan para anggota organisasi.
4.    Kemampuan organisasi yang bersangkutan.
5.    Keharusan mentaati berbagai peraturan perundangan.
6.    Pertimbangan lokasi.
7.    Kebijaksanaan tentang status kepegawaian.
8.    Rencana sumber daya manusia.

Pada satuan kerja yang
mengelola sumber daya
manusia biasanya ada
tenaga spesialis yang terdiri
dari sekelompok orang yang
tugasnya adalah melakukan
rekrutmen. Tenaga spesialis
ini mempunyai dua segi:
1.    Segi Positifnya, yaitu proses rekrutmen dapat berlangsung dengan cepat karena pengetahuan dan pengalamannya mengenai kualifikasi tenaga kerja  yang dibutuhkan.
2.    Segi negatipnya, yaitu kecenderungan untuk berbuat kesalahan dalam merekrut pegawai bila tidak berpengaruh pada organisasi dan juga sikap yang sering menganggap enteng terhadap usaha rekrutmen, khususnya berkaitan dengan persyaratan kuantitas pelamar.

1.    Tingkat pengangguran.
2.    Kedudukan organisasi pencari tenaga kerja terhadap organisasi/ perusahaan lain yang bergerak pada bidang yang sama dan menghasilkan produk sejenis.
3.    Langka tidaknya keahlian atau ketrampilan tertentu.
4.    Proyeksi angkatan kerja pada umumnya.
5.    Peraturan perundangundangan di bidang ketenagakerjaan.
6.    Praktek rekrutmen oleh organisasi lain.
7.    Tuntutan tugas yang kelak akan dikerjakan oleh para pekerja baru itu, yang menyangkut: persyaratan khusus, pengalaman kerja sebelumnya, tenaga, waktu dan biaya yang besar, persepsi terhadap imbalan, dan juga tenaga kerja yang telah terekrut ternyata tidak memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.


Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa rekrutmen dimaksudkan untuk mendapatkan calon karyawan yang memenuhi syarat. Oleh karena itu proses rekrutmen hendaknya perlu memperhatikan sumber-sumber yang dapat dijadikan wahananya, yaitu meliputi sumber internal dan sumber eksternal. Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997) sumber-sumber dan metode tersebut adalah:
a.     Sumber internal. Sumber-sumber internal meliputi karyawan yang ada sekarang yang dapat dicalonkan untuk dipromosikan, dipindahtugaskan atau dirotasi tugasnya, serta mantan karyawan yang bisa dikaryakan dan dipanggil kembali. Adapun metode yang dapat digunakan adalah dengan menempelkan pemberitahuan pada papan pengumuman, pengumuman lisan, penelitian riwayat kerja karyawan (personnel records), penelitian daftar promosi berdasarkan kinerja, melakukan pemeringkatan dari kegiatan penilaian, melakukan pengecekan daftar senioritas, dan melihat daftar yang dibuat menurut ketrampilan pada Sistem Informasi Sumber Daya Manusia perusahaan. Itu semua dapat dilakukan dengan membuat job posting dan daftar ketrampilan (skill inventories).
b.     Sumber eksternal, adalah sumber untuk mendapatkan karyawan dari luar perusahaan yang memilki bobot atau kualifikasi tertentu. sumber yang dapat dilakukan adalah dengan program referal karyawan, yaitu iklan secara lisan; walk-in applicant, di mana sejumlah pelamar mencalonkan diri dengan mendatangi langsung bagian rekrutmen di perusahaan tersebut; melalui biro – biro tenga kerja ; melalui perusahaan lain; melalui biro -  biro bantuan sementara; melalui asosiasi dan serikat dagang; sekolah, WNA (warga negara asing). Adapun metode yang dapat digunakan adalah melalui iklan radio dan televisi, iklan di koran dan jurnal perdagangan, Computerized Service Listings, akuisisi dan merger, open house, rekrutmen berdasarkan kontrak (contract recruiting), Contingent Workforce Recruiting (perekrutan tenaga kerja sementara). Selain melalui metode yang telah disebutkan oleh Randall S. Schuler dan Susan E. Jacson tersebut, Sondang P. Siagian (1999) juga menambahkan berbagai sumber metode yaitu melalui perusahaan pencari tenaga kerja profesional, organisasi profesi, dan balai latihan kerja milik pemerintah. Untuk mendukung suatu rekrutmen agar dapat berjalan dengan baik maka perlu adanya legalisasi hukum. Hal ini untuk memberikan jaminan perlindungan bagi perusahaan atau organisasi yang melakukan rekrutmen maupun bagi calon pelamar, khususnya berkaitan dengan asas keadilan. Oleh karena itu di Indonesia pun, masalah undang-undang ketenagakerjaan ini telah dibuat sebagai upaya untuk melindungi hak-hak dan kewajiban pekerja.